Penulis: Rafael Pinem, 12 Oktober 2026
Binjai (SORA1News.com)
Hujan berintensitas tinggi memicu banjir besar “menerjang” Kota Binjai, Senin (12/10/2026) dini hari. Luapan Sungai Mencirim dan Sungai Bingai merendam permukiman warga dengan ketinggian air mencapai 2 meter.
Sebanyak 1.180 kepala keluarga (KK) atau 4.392 jiwa terdampak, sementara warga yang rumahnya terendam terpaksa mengungsi.
Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Binjai, banjir mulai merendam rumah warga sekitar pukul 00.41 WIB akibat meningkatnya debit kedua sungai tersebut.
Kepala Pelaksana BPBD Kota Binjai, Rudi Iskandar Baros, mengatakan evakuasi dilakukan sejak malam hingga Senin pagi. Seluruh warga terdampak telah dievakuasi dan masih mengungsi.
Kecamatan Binjai Kota menjadi salah satu wilayah terdampak terparah, terutama Kelurahan Setia. Di wilayah ini, banjir merendam enam lingkungan dengan total 605 KK atau 2.420 jiwa terdampak.
Banjir juga melanda Kelurahan Tangsi sebanyak 20 KK atau 57 jiwa serta Kelurahan Berngam sebanyak 18 KK atau 59 jiwa.
Di Kecamatan Binjai Selatan, banjir merendam Kelurahan Rambung Timur, meliputi Lingkungan I sebanyak 78 KK atau 200 jiwa dan Lingkungan IV sebanyak 95 KK atau 200 jiwa.
Sementara di Kecamatan Binjai Timur, banjir berdampak terhadap warga di lima lingkungan, dengan jumlah terdampak terbanyak tercatat di Lingkungan I sebanyak 250 KK atau 1.000 jiwa.
Untuk mempercepat penanganan, BPBD Kota Binjai mengerahkan personel dan peralatan pendukung, termasuk perahu karet. Lansia, ibu hamil, dan anak-anak menjadi prioritas evakuasi, terutama di lokasi dengan ketinggian air yang dilaporkan mencapai atap rumah.
Banjir juga menggenangi sejumlah fasilitas umum serta dua mushala di Lingkungan II, Kelurahan Mencirim dan Kelurahan Setia.
“Yang paling parah terdampak banjir tadi malam adalah warga yang tinggal di pinggir aliran sungai. Sementara itu, banjir tidak sampai menggenangi daerah lain yang jauh dari aliran sungai,” kata Baros.
Ia memastikan tidak ada korban jiwa maupun luka-luka yang dilaporkan, sedangkan pendataan kerugian harta benda masih berlangsung.
Salah seorang warga Kelurahan Setia, Febri (44), mengatakan air mulai meluap ke permukiman sekitar pukul 03.30 WIB. Genangan mulai surut sekitar pukul 08.00 WIB. Meski demikian, warga masih membutuhkan bantuan untuk memenuhi kebutuhan dasar setelah banjir.
Warga berharap Pemerintah Kota Binjai segera menyalurkan bantuan berupa sembako dan obat-obatan guna meringankan beban masyarakat terdampak serta penanganan pascabanjir segera dilakukan agar kebutuhan warga yang masih mengungsi dapat terpenuhi.(*).

