Mangapul Purba SE MIKom Soroti Kelangkaan Pupuk Bersubsidi di Simalungun, Petani Terancam Gagal Panen 

oleh
Mangapul Purba SE MIKom

Penulis: Bang Nangin, 10 Oktober 2026

Medan (SORA1News.com)

Kelangkaan pupuk bersubsidi dan mahalnya harga pupuk menjadi keluhan utama petani di Kabupaten Simalungun. Persoalan ini dinilai dapat membebani biaya produksi dan terancamnya petani gagal panen, sehingga Pemprov Sumut dan Kabupaten Simalungun didesak segera mencari solusi konkret.

Hal itu ditegaskan anggota DPRD Sumut dari daerah pemilihan Simalungun dan Kota Pematangsiantar, Mangapul Purba SE MIKom, kepada wartawan, Sabtu (10/10/2026) di Medan saat menyampaikan hasil reses di sejumlah nagori dan kelurahan di Kabupaten Simalungun.

Dalam reses tersebut, petani di Nagori Marubun Jaya, Kecamatan Tanah Jawa, Nagori Dolok Parmonangan, Kecamatan Dolok Panribuan, serta Kelurahan Saribudolok, Kecamatan Silimakuta, mengeluhkan sulitnya memperoleh pupuk bersubsidi.

Dalam.halnini, tandas Mangapul, petani meminta pemerintah menjamin ketersediaan pupuk sekaligus memperketat pengawasan distribusi agar tepat sasaran dan tidak merugikan petani.

Selain pupuk, kata Ketua Fraksi PDI Perjuangan ini, petani juga membutuhkan bantuan bibit berkualitas untuk meningkatkan hasil produksi. Bantuan bibit jagung juga disampaikan masyarakat Nagori Tanjung Maraja, Kecamatan Jawa Maraja Bah Jambi, sedangkan kelompok tani di Saribudolok, Nagori Simpang Raya Dasma, Kecamatan Panei, dan Dolok Parmonangan mengharapkan bantuan bibit kentang, cabai dan jagung.

Persoalan infrastruktur turut menjadi sorotan. Masyarakat Nagori Tanjung Maraja meminta perbaikan jalan usaha tani yang rusak parah, sementara warga Marubun Jaya mengharapkan pengaspalan dan perbaikan jalan.

Masyarakat Nagori Pematang Sidamanik juga meminta pemerintah memberi perhatian terhadap kondisi jalan di wilayah mereka.

Untuk menunjang kegiatan produksi, kelompok tani di Tanjung Maraja mengharapkan bantuan hand tractor. Petani di Marubun Jaya membutuhkan dukungan alat dan mesin pertanian (alsintan) guna mempermudah pengolahan lahan dan meningkatkan efisiensi usaha tani.

Di luar sektor pertanian, ujar Mangapul, masyarakat di Nagori Marubun Jaya, Tanjung Maraja, Saribudolok, Simpang Raya Dasma, Bandar Masilam, Sinaksak, Pematang Sidamanik dan Dolok Parmonangan juga mengusulkan bantuan pembangunan maupun renovasi rumah ibadah. Aspirasi bantuan pembangunan dan renovasi sekolah serta fasilitas pendidikan turut disampaikan warga.

Mangapul menampung seluruh aspirasi tersebut sebagai bahan perjuangan melalui lembaga DPRD Sumut dan berharap kebutuhan pupuk bersubsidi, bibit, alsintan, perbaikan infrastruktur pertanian, rumah ibadah dan fasilitas pendidikan mendapat perhatian pemerintah sesuai kewenangan dan kemampuan anggaran.

Berbagai keluhan itu menunjukkan masih adanya kebutuhan mendasar masyarakat yang perlu ditangani secara serius. Pemerintah diharapkan tidak sekadar menerima aspirasi, tetapi menindaklanjutinya melalui program nyata agar beban petani berkurang, produktivitas pertanian meningkat, dan pembangunan benar-benar dirasakan masyarakat Simalungun.(*).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *