Jalur Laut Batubara Diperketat, 130 Personel Gabungan Buru Pelaku TPPO dan Penyelundupan Manusia

oleh
Apel: Petugas gabungan mengikuti Apel Bersama Operasi Gabungan Laut di Lapangan Upacara PT INALUM, Batubara, Senin (28/9/2026). Operasi digelar untuk memberantas TPPO dan TPPM serta memperketat pengawasan jalur laut di perairan Batubara. (Foto SORA1News.com/Humas Imigrasi)

Penulis: Aldi Pinem, 30 September 2026

Medan (SORA1News.com)

Perairan Batubara yang berhadapan langsung dengan Selat Malaka kini diperketat dari aktivitas ilegal. Sebanyak 130 personel gabungan diterjunkan dalam Operasi Gabungan Laut untuk mencegah dan memberantas Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) serta Tindak Pidana Penyelundupan Manusia (TPPM), Senin (28/9/2026).

Operasi yang digelar Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Imigrasi Sumatera Utara (Kanwil Ditjen Imigrasi Sumut) tersebut diawali Apel Bersama di Lapangan Upacara PT INALUM, Batubara. Operasi difokuskan untuk menutup celah jalur perlintasan ilegal di kawasan pesisir Batubara.

Kepala Kanwil Ditjen Imigrasi Sumut, Dr Parlindungan, SH, MH, menegaskan posisi Batubara sangat strategis sekaligus memiliki tingkat kerawanan yang perlu mendapat perhatian serius.

Menurutnya, tingginya aktivitas lalu lintas laut, banyaknya pelabuhan rakyat dan muara sungai, serta garis pantai yang tidak seluruhnya terjangkau Tempat Pemeriksaan Imigrasi (TPI), menuntut pengawasan lebih optimal.

Demikian disampaikan Kepala Humas Imigrasi Sumut, Fiqih, didampingi Rizky Maulana melalui siaran persnya, Rabu (30/9/2026) di Medan.

Sebanyak 130 personel gabungan yang terlibat berasal dari Kanwil Ditjen Imigrasi Sumatera Utara, TNI AL, Polres Batubara, Bea Cukai Kuala Tanjung, Satpol PP, KSOP Kuala Tanjung, unsur Kejaksaan, serta seluruh UPT Imigrasi se-Sumatera Utara.

Apel tersebut juga dihadiri sekitar 30 tamu undangan dari jajaran pemangku kepentingan strategis, di antaranya Bupati Batubara, Kakanwil Bea Cukai Sumut, Kabinda Sumut, Danlanal Tanjung Balai Asahan, Kapolres Batubara, Kajari Batubara, Kepala KSOP Kuala Tanjung dan unsur Forkopimda lainnya.

Usai apel, operasi dilanjutkan dengan patroli laut menggunakan dua kapal Bea Cukai. Patroli akan dilakukan secara rutin untuk mengawasi perairan Batubara, termasuk pergerakan orang dan barang sekaligus menjaga kedaulatan wilayah perairan.(*)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *