15 Motor Raib, Sindikat Curanmor Lintas Kota Dibongkar, Dua Pelaku Ditembak Polrestabes Medan

oleh
Ditembak: Dua pelaku curanmor, M Teguh Fadilla dan Jerry, saat mendapat penanganan medis di RS Bhayangkara Polda Sumut setelah ditembak polisi pada bagian kaki. (Foto SORA1News.com/Polrestabes Medan)

Penulis: Rafael Pinem, 18 September 2026

Medan (SORA1News.com) 

Sebanyak 15 sepeda motor raib dicuri sindikat curanmor yang beraksi lintas kota di Medan dan Tebing Tinggi. Tim Khusus JCS Polrestabes Medan bersama Unit Resmob Satreskrim membongkar jaringan tersebut dengan menangkap lima pelaku. Dua di antaranya ditembak di kaki karena disebut melawan dan berupaya melarikan diri saat pengembangan kasus.

Kapolrestabes Medan Kombes Pol Dr Jean Calvijn Simanjuntak, Jumat (18/9/2026), mengatakan 15 kasus tersebut terdiri dari 10 TKP di wilayah Kota Medan dan lima TKP di wilayah hukum Polres Tebing Tinggi.

Pengungkapan bermula dari pencurian Honda Vario 125 merah milik Jadid Akmal Ijal di Jalan PWS, Kelurahan Sei Putih Timur II, Kecamatan Medan Petisah, Selasa (15/9/2026) sekitar pukul 06.48 WIB.

Aksi pencurian tersebut terekam CCTV dan menyebabkan korban mengalami kerugian sekitar Rp20 juta. Berbekal rekaman tersebut, polisi melakukan penyelidikan hingga sekitar pukul 16.10 WIB mengamankan M Teguh Fadilla (33), Jerry (38), Arjunaidi Siregar (48) dan Gandi (39) di kawasan Gang Sereh, Helvetia, Kecamatan Labuhandeli, Deliserdang.

Dari pemeriksaan awal, keempatnya mengakui keterlibatan dalam pencurian tersebut. Polisi kemudian mengembangkan kasus dan menangkap Afner Harahap (35) sekitar pukul 17.10 WIB di Jalan Baud, Gang Tembaga, Helvetia, Kecamatan Labuhandeli. Afner diduga berperan sebagai penadah kendaraan hasil curian.

Calvijn menjelaskan, jaringan tersebut memiliki pembagian peran. M Teguh merupakan residivis curanmor yang berperan sebagai pemetik, Jerry sebagai joki sekaligus pengawas, Arjunaidi membantu menjual motor hasil curian, sedangkan Afner diduga sebagai penadah. Gandi, mantan anggota TNI AD berpangkat terakhir Sertu, juga diduga terlibat dalam sejumlah aksi pencurian.

Di Medan, M Teguh dan Jerry mengaku mencuri Honda Vario merah di Jalan PWS pada 15 September 2026. Sebelumnya, keduanya juga mencuri Honda Beat abu-abu di kompleks Fakultas USU dan Honda CBR putih di kawasan Jalan Sei Serayu. Motor hasil curian tersebut kemudian dijual melalui Arjunaidi kepada Afner.

Jerry juga mengaku pernah beraksi bersama Gandi di sejumlah lokasi, di antaranya Puskesmas Gaperta, Kantor Camat Klambir V Gaperta serta kawasan Helvetia arah Belawan. Sementara Gandi diduga terlibat dalam pencurian Honda Vario merah di Gaperta, Honda Scoopy merah di Flamboyan Raya, Honda Beat hitam-putih di Klumpang dan Honda Supra 125 X hitam di Kampung Lalang.

Di wilayah Tebing Tinggi, polisi menemukan sedikitnya lima TKP, yakni kawasan Kampung Rambutan, perkantoran Dinas Sosial dekat Gedung Serbaguna, Simpang Medan, Gedung Serbaguna dan Galang. Kendaraan yang diduga dicuri antara lain Honda Beat, Honda Vario 150 dan Honda Vario 125.

Saat pengembangan kasus, M Teguh dan Jerry disebut melawan serta berupaya melarikan diri. Petugas kemudian melakukan tindakan tegas dan terukur dengan menembak kaki keduanya. Setelah mendapat perawatan di RS Bhayangkara Polda Sumut, kedua pelaku dibawa ke Mako Polrestabes Medan untuk menjalani proses hukum.

Kapolrestabes Medan menegaskan pengembangan masih berlanjut untuk membongkar seluruh jaringan, menelusuri kendaraan hasil curian serta mengungkap pihak lain yang diduga terlibat. Polisi menduga jaringan ini beroperasi secara terorganisir dengan pembagian peran mulai dari pemetik, joki, penjual hingga penadah. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *