Jembatan Gantung Perintis Simalingkar Diresmikan, Anak Sekolah Tak Lagi Seberangi Sungai Deli

oleh
Oplus_131072

Penulis: Rafael Putra, 15 September 2026

Teks Foto: Staf Ahli Wali Kota Medan Dr Adlan bersama Ketua Yayasan Lansia Merdeka Dr Hartono Tjandra dan unsur Muspika menggunting pita sebagai tanda peresmian Jembatan Gantung Perintis di Jalan Sawit Raya, Kelurahan Mangga Simalingkar, Kecamatan Medan Tuntungan, Senin (14/9/2026). (Foto SORA1News.com/Rafael M Putra)

Medan (SORA1News.com)

Anak-anak warga Jalan Tali Air, Kelurahan Mangga Simalingkar, Kecamatan Medan Tuntungan, kini tak lagi harus turun dan menyeberangi Sungai Deli untuk pergi ke sekolah setelah Jembatan Gantung Perintis di Jalan Sawit Raya, Gang Sawit 3, resmi digunakan, Senin (14/9/2026).

Jembatan tersebut diresmikan Staf Ahli Wali Kota Medan Bidang Kemasyarakatan dan SDM, Dr Adlan, mewakili Wali Kota Medan Rico Waas.

Pembangunan jembatan tersebut diprakarsai Yayasan Lansia Merdeka Indonesia yang diketuai Dr Hartono Tjandra bersama Perkumpulan Eng Chun Kong Sho, dengan dukungan dana dari sejumlah donatur, di antaranya Yayasan Tabur Benih Kasih yang diketuai Selfiati Lukmin.

Sebelum jembatan dibangun, warga Jalan Tali Air tidak memiliki akses langsung menuju Jalan Sawit 3 karena terhalang Sungai Deli. Kondisi itu membuat anak-anak yang bersekolah di SD Inpres dan SD Swasta harus menyeberangi sungai dengan melepas sepatu. Bahkan, anak perempuan kerap digendong orangtuanya saat menyeberang.

Ketika debit Sungai Deli meningkat, banyak anak terpaksa tidak bersekolah karena akses tersebut tidak dapat dilalui. Warga yang memiliki sepeda motor harus memutar melalui jalan lain agar dapat mencapai sekolah.

Ketua Umum Yayasan Lansia Merdeka Indonesia, Dr Hartono Tjandra, mengatakan pembangunan jembatan berawal dari permintaan masyarakat dan keprihatinan pihak yayasan melihat kondisi anak-anak yang harus mempertaruhkan keselamatan untuk pergi ke sekolah.

“Melihat kondisi masyarakat dan anak-anak yang kesulitan melintas, kami berinisiatif membangun jembatan ini. Pembangunannya juga mendapat dukungan para donatur,” ujar Hartono.

Untuk memastikan konstruksi sesuai kebutuhan, pihak yayasan mendatangkan tenaga ahli pembangunan jembatan gantung dari Bandung. Hartono juga menegaskan yayasan berkomitmen melakukan pemeliharaan jembatan selama tiga tahun. Jika terjadi kerusakan, masyarakat diminta melaporkannya agar teknisi segera didatangkan untuk melakukan perbaikan.

“Kami akan mengurus dan melakukan pemeliharaan selama tiga tahun. Kalau ada kerusakan dan dilaporkan kepada kami, kami akan datang untuk memperbaikinya,” katanya, sembari mengimbau masyarakat menjaga jembatan dari tindakan orang yang tidak bertanggung jawab.

Hartono menyampaikan terima kasih kepada seluruh donatur dan masyarakat yang mendukung pembangunan jembatan tersebut. Ia juga mengapresiasi Siti Tarigan yang menghibahkan tanah untuk pondasi jembatan serta warga yang dikoordinasi Ny Nainggolan yang menyatakan kesiapan menjaga jembatan.

Sementara itu, Dr Adlan atas nama Wali Kota Medan menyampaikan apresiasi kepada Yayasan Lansia Merdeka Indonesia dan seluruh donatur yang telah membantu pemerintah membangun akses yang sangat dibutuhkan masyarakat. “Pembangunan jembatan ini merupakan bentuk kepedulian nyata terhadap masyarakat sekaligus mendukung pembangunan Kota Medan,” ujarnya.

Acara ramah tamah dipandu Sekretaris Yayasan Lansia Merdeka, Theresia Riama Marbun. Turut hadir Camat Medan Tuntungan Berani Peranginangin, Sekcam Eva Simamora, Lurah Mangga Ferry Tarigan, unsur Muspika, pengurus Yayasan Lansia Merdeka, Yayasan Tabur Benih Kasih, serta masyarakat setempat. (*)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *