Yuliani Siregar
Medan (SORA1News.com)
Kadis Ketenagakerjaan Sumut Yuliani Siregar mengatakan, Pemprov Sumut membuka kesempatan kepada anak-anak muda yang ingin magang kerja di Jepang, guna mengurangi angka pengangguran di Sumut yang jumlahnya mencapai 448 ribu oran pada tahun 2025.
“Program ini sudah berjalan sejak tahun 2025. Dengan jumlah pekerja yang telah terserap sebanyak 2.800 tenaga kerja. Program magang ini ada yang di dalam negeri dan ada yang ke luar negeri yakni ke Jepang. Kesempatan ini kita buka untuk mengurangi angka penangguran di Sumut,” ujarnya kepada wartawan, Jumat (20/2/2026) di Medan.
Yuliani menjelaskan, program magang kerja di dalam negeri merupakan program magang nasional pada kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto. Untuk Sumut, melalui program ini sudah terserap dan bekerja di berbagai perusahaan dan rumah sakit sebanyak 2.800 tenaga kerja.
Dijelaskannya, untuk mengikuti program tersebut, pencari kerja mendaftar melalui aplikasi milik Kementerian Ketenagakerjaan, yaitu maganghub.kemenaker.go.id.
Selanjutnya, peserta akan melalui proses seleksi oleh Kementerian Ketenagakerjaan.
Menurutnya, peserta yang lolos akan diumumkan dan ditempatkan di perusahaan yang telah terdaftar dalam Wajib Lapor Ketenagakerjaan Perusahaan (WLKP). Lamanya magang sudah ditentukan selama 6 bulan, dan seluruh biaya magang ditanggung oleh negara.
Dengan demikian, Yuliani berharap, para pencari kerja yang telah lolos magang, tetap bisa lanjut bekerja sebagai karyawan di perusahaan itu.
Selain magang nasional, Disnaker Sumut juga membuka program magang ke Jepang melalui kerja sama pemerintah Indonesia dengan pemerintah Jepang (IM Jepang). Program ini dibuka dua kali dalam setahun, yakni pada April dan September, dengan kuota masing-masing gelombang sebanyak 200 orang.
“Pendaftaran untuk gelombang April telah dibuka dan dapat dilakukan langsung di kantor Disnaker Sumut,” katanya sembari menambahkan, peserta akan diseleksi berdasarkan kemampuan akademik seperti matematika, kemampuan fisik, serta kemampuan berbahasa Jepang.
Untuk magang kerja melalui seleksi Disnaker ini tidak dipungut biaya apapun, baik saat pengujiannya maupun pelatihannya nanti, karena setelah dinyatakan lolos di tingkat pusat oleh Kementerian Ketenagakerjaan, maka seluruh biaya mereka di Jepang akan ditanggung oleh perusahaan yang menerima magang.
Dikatakannya, Masyarakat juga dapat mengikuti program magang ke Jepang melalui Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) yang saat ini terdapat 40 LPK terdaftar di Sumut, namun hanya 11 LPK yang memiliki kewenangan mengirim peserta magang ke Jepang.
Melalui jalur ini, lanjut Yuliani, peserta menanggung biaya sendiri sebesar Rp42 juta yang mencakup biaya keberangkatan, pelatihan, dan kemahiran bahasa Jepang.
“Selama ini masyarakat kita yang berkeinginan magang ke Jepang rata-rata dari kalangan menengah ke bawah. Kita sampaikan ke pak Gubernur bagaimana agar Pemprov Sumut melalui Bank Sumut dapat mengucurkan KUR untuk masyarakat yang akan magang ke Jepang melalui LPK,” katanya.
Disnaker Sumut telah berkoordinasi dengan Bank Sumut untuk membahas formulasi pinjaman yang tepat dan saat ini sedang dalam pembahasan mekanismenya bagaimana, penjaminnya seperti apa, jangan sampai nanti kredit macet.
“Diharapkan dari pinjaman ini anak-anak yang mau magang bisa berangkat ke Jepang, sehingga bisa mengurangi angka pengangguran kita di Sumut,” katanya sembari menjelaskan, program magang dinilai efektif menekan angka pengangguran di Sumatera Utara.
Seperti diketahui, saat ini jumlah pengangguran tercatat sebanyak 448 ribu orang, menurun dibandingkan tahun 2024 yang mencapai 458 ribu orang, sehingga
melalui program magang ke Jepang selama tiga hingga lima tahun, dapat kembali ke Indonesia dengan keterampilan yang meningkatkan kemandirian ekonomi.(*).

