Penulis: Rafael Putra, 15 Oktober 2026
Asahan (SORA1News.com)
Sebanyak 1.008 pelajar di lima kabupaten di Sumut kini mendapat akses transportasi gratis ke sekolah melalui 33 unit bus perintis yang diluncurkan Gubernur Sumut Muhammad Bobby Afif Nasution.
Program ini diharapkan meringankan beban biaya perjalanan sekaligus mengurangi risiko kecelakaan akibat pelajar mengendarai sepeda motor, terutama di wilayah pedesaan dan kepulauan.
Peluncuran operasional bus jenis Toyota Hiace tersebut dilakukan secara daring melalui Zoom, dengan pusat kegiatan di SMA Negeri 1 Pulau Rakyat, Kabupaten Asahan, Kamis (15/10/2026). Lima kabupaten penerima layanan yakni Asahan, Batubara, Padanglawas Utara (Paluta), Samosir, dan Nias Utara.
Bobby mengatakan, program bus perintis gratis merupakan komitmen Pemprov Sumut untuk memperluas akses transportasi bagi pelajar, khususnya mereka yang tinggal jauh dari sekolah dan kesulitan mendapatkan angkutan umum.
Menurutnya, kemudahan transportasi merupakan bagian penting dalam mendukung pemerataan akses pendidikan.
Ia juga mengingatkan para pelajar agar menjaga fasilitas bus, bersikap sopan, dan mematuhi aturan keselamatan. Seluruh armada dilengkapi kamera pengawas atau CCTV untuk memantau perjalanan pelajar sejak berangkat hingga kembali ke rumah.
Bupati Asahan Taufik Zainal Abidin mengapresiasi program tersebut. Ia menyebut enam unit bus yang dialokasikan untuk Asahan akan membantu pelajar dari desa-desa yang selama ini harus menempuh perjalanan sekitar 25 hingga 29 kilometer menuju sekolah, bahkan sebagian masih menggunakan sepeda motor.
Kepala Dinas Perhubungan Sumut Yuda Pratiwi Setiawan menjelaskan, layanan ini menjangkau 12 kecamatan melalui 15 rute strategis yang terhubung dengan 49 sekolah. Total penerima manfaat mencapai 1.008 pelajar yang memperoleh subsidi angkutan gratis.
Dari 33 unit bus yang disediakan, Asahan dan Batubara masing-masing mendapat enam unit untuk 180 pelajar. Paluta memperoleh enam unit untuk 240 pelajar, Samosir enam unit untuk 192 pelajar, sedangkan Nias Utara mendapat sembilan unit untuk 216 pelajar.
Secara keseluruhan, armada tersebut menempuh perjalanan hingga 2.128 kilometer setiap hari. Dishub Sumut akan mengevaluasi rute dan memvalidasi data penerima manfaat secara berkala agar jadwal keberangkatan serta kapasitas angkutan sesuai kebutuhan pelajar.
Untuk memudahkan pengawasan, operasional layanan dapat dipantau melalui aplikasi Perintis Sumut. Pemprov Sumut juga merencanakan perluasan program secara bertahap hingga menjangkau 18 kabupaten pada 2029.
Taufik berharap penyediaan bus gratis yang didukung pembangunan infrastruktur jalan dapat memperlancar mobilitas masyarakat sekaligus meningkatkan mutu pendidikan. Peluncuran tersebut turut dihadiri jajaran OPD Pemprov Sumut dan Pemkab Asahan, Forkopimda, kepala sekolah, guru, siswa, serta orang tua siswa. (*)

