Geng Motor Bersenjata Serang Warga di Perumnas Mandala, Remaja “Tertancap” Anak Panah

oleh
Foto hanya sebagai pemanis sajam. (Foto SORA1News.com/Aldi Elkana).

Penulis: Aldi Elkana, 11 Oktober 2026

Medan (SORA1News.com)

Aksi brutal geng motor bersenjata tajam kembali meneror kawasan Perumnas Mandala, tepatnya di Simpang Jalan Rajawali, Kecamatan Percut Sei Tuan, Kabupaten Deli Serdang.

Dalam bentrokan yang terjadi Sabtu (10/10/2026) sekitar pukul 03.00 WIB, seorang remaja berusia 17 tahun, Samuel Simarmata alias Mue, terkena anak panah yang menancap di bagian pinggangnya hingga harus menjalani operasi di Rumah Sakit Adam Malik Medan.

Informasi yang dihimpun wartawan, Minggu (11/10/2026), menyebutkan, puluhan pemuda yang diduga berasal dari kelompok Mandala Warla Family mendatangi lokasi dengan membawa senjata tajam berupa celurit panjang dan klewang.

Mereka kemudian mengejar sejumlah pemuda yang sedang nongkrong hingga memicu bentrokan. Sebagian pemuda melakukan perlawanan dengan melempari kelompok penyerang menggunakan batu.

Samuel, warga Jalan Elang, Kelurahan TSM 2, Kecamatan Medan Denai, datang ke lokasi setelah mendapat kabar tawuran dari rekannya melalui telepon.

Namun, saat berada tidak jauh dari titik bentrokan, ia tiba-tiba merasakan sakit di bagian pinggang. Setelah diperiksa, ternyata sebatang anak panah menancap di tubuhnya.

Melihat Samuel terluka dan kondisinya melemah, rekan-rekannya berupaya mencari pertolongan medis.

Korban disebut sempat dibawa ke beberapa rumah sakit sebelum akhirnya tiba di RS Adam Malik Medan. Tim medis kemudian melakukan operasi untuk mengeluarkan anak panah tersebut.

Hingga kini, belum diketahui siapa yang melepaskan anak panah dan melukai korban.

Warga Ketakutan

Peristiwa berdarah itu kembali memicu keresahan warga Perumnas Mandala. Sejumlah warga mengaku tawuran antarkelompok pemuda kerap terjadi menjelang pagi, sehingga mereka khawatir saat beristirahat pada malam hari.

Warga juga mengeluhkan rumah mereka kerap terkena lemparan batu ketika bentrokan pecah. Aksi tersebut dinilai bukan sekadar persoalan antarkelompok pemuda, tetapi sudah mengancam keselamatan masyarakat yang tidak terlibat.

Senjata tajam dan anak panah yang digunakan dalam bentrokan semakin memperbesar risiko jatuhnya korban.

Masyarakat menilai kehadiran polisi di lokasi rawan masih perlu ditingkatkan. Mereka berharap patroli rutin, terutama menjelang dini hari, dilakukan secara lebih intensif untuk mencegah gerombolan pemuda berkumpul dan melakukan aksi kekerasan di kawasan permukiman.

Warga mendesak aparat kepolisian mengusut tuntas insiden yang menyebabkan Samuel terluka, mengidentifikasi para pelaku, serta menindak tegas pihak yang terbukti membawa atau menggunakan senjata dalam tawuran.

Langkah pencegahan juga dinilai mendesak agar kejadian serupa tidak terus berulang.

Masyarakat berharap aparat segera mengambil tindakan nyata untuk memulihkan keamanan di Simpang Jalan Rajawali dan kawasan Perumnas Mandala.

Mereka tidak ingin tawuran yang berulang terus mengancam warga dan menimbulkan korban berikutnya, bahkan merenggut nyawa. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *