DPRD SU Desak Aparat Lakukan Langkah Luar Biasa Hentikan Tawuran Berdarah di Belawan

oleh
Oplus_131072

 

 

Viktor Silaen SE MM

Butuh Shock Therapy, Tawuran Bukan Lagi Kenakalan Remaja, Mengarah Kriminalitas Terorganisir

 

Medan (SORA1News.com)

Kalangan anggota DPRD Sumut mendesak aparat penegak hukum mengambil langkah luar biasa dan terukur untuk menghentikan tawuran berdarah yang kembali memakan korban jiwa di kawasan Belawan, sebab tawuran yang trus berlangsung ini bukan lagi kenakalan remaja, tapi sudah mengarah ke kriminalitas terorganisir.

Hal itu ditegaskan anggota Komisi D DPRD Sumut Viktor Silaen SE MM dan anggota Komisi E Ebenejer Sitorus SE MM kepada wartawan, Rabu (18/2/2026) melalui telepon dari Medan menyampaikan keprihatinan mendalam atas tragedi atau tawuran di Belawan yang menewaskan seorang pemuda yang tidak bersalah.

Viktor menilai tawuran yang terus berulang tidak bisa lagi ditangani dengan pola biasa, karena diduga bukan lagi kenakalan remaja. Ini sudah mengarah pada kriminalitas yang terorganisir. Negara harus hadir dengan langkah tegas dan terukur. Tidak boleh ada ruang bagi pelaku kekerasan.

Ebenejer Sitorus menekankan pentingnya strategi komprehensif yang tidak hanya fokus pada penindakan, tetapi juga pencegahan berbasis komunitas.
Belawan tidak boleh terus dicap sebagai zona merah kekerasan. Perlu gerakan bersama, bukan sekadar razia sesaat.

Viktor dan Ebenejer menawarkan sejumlah langkah terobosan untuk menghentikan mata rantai tawuran, dengan membentuk Satgas Anti-Tawuran berbasis lingkungan, dengan
melibatkan tokoh agama, tokoh masyarakat, pemuda, Babinsa, Bhabinkamtibmas serta perwakilan orang tua. Setiap lingkungan diminta aktif mendeteksi potensi konflik sebelum meluas.

Kedua, tambah Viktor, penerapan jamalam terbatas bagi remaja di titik-titik rawan tawuran, dengan pengawasan terpadu. Remaja yang terjaring akan dipanggil bersama orang tuanya untuk pembinaan wajib.

Kemudian, tambah politisi Partai Golkar ini, pemerintah daerah diminta membuka pelatihan kerja gratis, kompetisi olahraga rutin antar-lingkungan, hingga beasiswa keterampilan agar energi anak muda tersalurkan secara positif.

“Pemetaan dan pengawasan senapan angin dengan merazia kepemilikan ilegal harus diperketat. Kepemilikan tanpa izin harus diproses hukum sebagai efek jera.
Perlu dilakukan “shock therapy” yang luar biasa, agar tawuran benar-benar berhenti, dengan penegakan hukum tanpa kompromi terhadap provokator dan penyedia senjata,” tegas Ebenejer.

Menurut Ebenejer, perlu juga evaluasi bantuan sosial bagi keluarga yang terbukti lalai mengawasi anaknya (dengan verifikasi ketat dan tetap memperhatikan aspek kemanusiaan), sebab kalau hanya ditangkap lalu dilepas, ini akan terus berulang. Harus ada konsekuensi yang dirasakan langsung.

Viktor dan Ebenejer bahkan mendorong Pemerintah Kota Medan, aparat kepolisian dan seluruh elemen masyarakat menggelar forum darurat keamanan Belawan guna merumuskan langkah konkret dan berkelanjutan.Tawuran bukan budaya. Itu penyakit sosial yang harus disembuhkan bersama.(*).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *