Penulis: Bang Nangin, 29 Oktober 2026
Medan (SORA1News.com)
Anggota Fraksi Golkar DPRD Sumut Frans Dante Ginting mengapresiasi komitmen Kapolri Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto, Kapolda Sumut Irjen Pol Sonny Irawan dan Badan Narkotika Nasional (BNN) “menyikat habis” peredaran narkoba, sehingga masyarakat saat ini merasa lega, mengingat barak-barak dan para pelaku narkoba dibakar dan ditangkapi satu per satu.
“Gebrakan ini harus didukung semua pihak, karena pemberantasan narkoba tidak boleh berhenti sebatas slogan, spanduk dan imbauan, tetapi harus diwujudkan melalui tindakan nyata hingga ke tingkat desa dan lingkungan terkecil masyarakat,” ujar Frans Dante Ginting kepada wartawan, Kamis (29/10/2026) di DPRD Sumut.
Menurut Wakil Ketua Komisi B ini, komitmen aparat penegak hukum harus diperkuat dengan keterlibatan aktif pemerintah daerah (baik bupati maupun walikota) dan seluruh elemen masyarakat agar perang terhadap narkoba berjalan konsisten dan berkelanjutan.
“Sudah saatnya kita menabuh genderang perang terhadap narkoba. Jangan lagi hanya slogan atau memasang spanduk. Harus ada tindakan nyata, mulai dari pemerintah daerah, aparat desa, sampai lingkungan terkecil masyarakat,” tegasnya.
Anggota dewan Dapil Karo, Dairi dan Pakpak Bharat ini menambahkan, narkoba merupakan ancaman serius karena tidak hanya merusak kesehatan dan masa depan penggunanya, tetapi juga menghancurkan kehidupan keluarga serta mengancam kualitas generasi penerus bangsa.
Berkaitan dengan itu, tandas mantan anggota DPRD Karo ini, upaya pencegahan dan pemberantasan harus menjadi tanggung jawab bersama, bukan semata-mata dibebankan kepada aparat penegak hukum saja.
Bahkan Frans Dante meminta seluruh kepala daerah di Sumut mengambil peran lebih aktif dengan menerjemahkan komitmen pemberantasan narkoba ke dalam program konkret, pengawasan berkelanjutan, serta edukasi yang menjangkau masyarakat hingga ke pelosok desa dan kelurahan.
Dalam kesempatan itu, Frans Dante juga mengapresiasi gebrakan Gubernur Sumut Bobby Nasution yang sejak awal sudah melarang penggunaan vape atau rokok elektrik yang diduga terkontaminasi narkoba.
Ia berharap kebijakan tersebut ditindaklanjuti seluruh kepala daerah dengan menginstruksikan jajaran masing-masing agar mematuhi ketentuan yang berlaku dan setiap kebijakan perlindungan masyarakat harus dilaksanakan secara konsisten dan tidak berhenti sebagai aturan di atas kertas.
Lebih lanjut, Frans Dante menekankan pentingnya sinergi antara keluarga, tokoh masyarakat, lembaga pendidikan dan aparat pemerintahan di tingkat desa maupun kelurahan untuk mempersempit ruang gerak peredaran narkoba. Jika ada dugaan peredaran narkoba di lingkungan masing-masing, segera laporkan kepada pihak berwenang, agar generasi muda bisa diselamatkan.
Frans Dante sangat berharap, komitmen Kapolri, Kapolda Sumut, BNN, dan pemerintah daerah benar-benar diwujudkan dan diikuti oleh Polres-polres di Sumut melalui kerja nyata serta kolaborasi berkelanjutan, karena keberhasilan memerangi narkoba ini tidak diukur dari banyaknya seruan atau spanduk yang dipasang, melainkan dari kemampuan bersama mencegah peredarannya.(*).
).

