UNITA Siapkan 10 Hektare Lahan Bawang Putih, Bidik Tapanuli Jadi Sentra Produksi Nasional

oleh
Foto Bersama: Menteri Koperasi Ferry Juliantono bersama Ketua Yayasan Pendidikan Sisingamangaraja XII Tapanuli Ir GM Chandra Panggabean dan sejumlah tamu undangan berfoto bersama seusai kuliah umum di Kampus UNITA, Siborongborong, Taput, Selasa (6/10/2026). (Foto SORA1Nees.com/Abner Pinem).

Penulis: Abner Pinem, 6 Oktober 2026

Tapanuli Utara (SORA1News.com) 

Universitas Sisingamangaraja XII Tapanuli (UNITA) menyiapkan lahan seluas 10 hektare untuk budidaya bawang putih dan menargetkan kawasan Tapanuli menjadi salah satu sentra produksi komoditas tersebut di Indonesia. Program ini diharapkan ikut mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap bawang putih impor.

Rencana tersebut disampaikan Ketua Yayasan Pendidikan Sisingamangaraja XII Tapanuli, Ir GM Chandra Panggabean, di hadapan Menteri Koperasi Ferry Juliantono dalam kuliah umum di Kampus UNITA, Kecamatan Siborongborong, Kabupaten Tapanuli Utara (Taput), Selasa (6/10/2026).

Chandra mengatakan, lahan 10 hektare tersebut berada di seberang jalan nasional, tepat di depan kampus, dan menjadi bagian dari pembangunan Kebun Praktik Pertanian Terpadu (KPPT) UNITA.

Menurutnya, program itu merupakan bentuk kepedulian perguruan tinggi terhadap pengembangan pertanian masyarakat Tapanuli.

“Kita sama-sama mengetahui masalah negara kita masih belum bisa membudidayakan bawang putih, sehingga kita masih selalu bergantung pada impor dari luar negeri,” ujar Chandra.

Ia menyebut UNITA telah memiliki dua tenaga ahli yang berhasil melakukan uji coba budidaya bawang putih dengan hasil umbi berukuran besar. Keduanya, Rickjaksan Tambunan dan Jekson Ompusunggu, merupakan alumni UNITA yang kini mengabdi di KPPT dan mendampingi petani di kawasan Tapanuli.

Chandra menjelaskan, KPPT UNITA disiapkan di lahan seluas 12 hektare, terdiri dari 10 hektare untuk tanaman keras dan 2 hektare untuk tanaman hortikultura.

Pengembangan kawasan tersebut sempat terkendala cuaca sehingga jadwal penanaman mengalami penundaan dan untuk meningkatkan produktivitas lahan, UNITA juga mengusulkan pembangunan rumah kompos.

Chandra berharap program tersebut mendapat dukungan Kementerian Koperasi karena kesuburan tanah menjadi salah satu faktor penting dalam meningkatkan hasil pertanian.

Menanggapi program tersebut, Menteri Koperasi Ferry Juliantono menyatakan komitmennya mendukung pengembangan UNITA, termasuk pemanfaatan lahan 10 hektare untuk budidaya bawang putih.

Setelah berdiskusi dengan Wakil Bupati Taput Deni Lumbantoruan, ia menilai kawasan tersebut berpotensi dikembangkan menjadi salah satu sentra bawang putih nasional.

“Pengembangan fasilitas dan potensi lahan yang dimiliki universitas perlu dilakukan secara serius agar memberikan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat,” kata Ferry.

Dukungan tersebut ditandai dengan penandatanganan prasasti KPPT UNITA oleh Ferry Juliantono. Ia juga menyampaikan bahwa dirinya kini dipercaya sebagai Ketua Dewan Penyantun Yayasan Pendidikan Sisingamangaraja XII Tapanuli.

Menurutnya, posisi tersebut semakin memperkuat komitmennya mendorong pengembangan UNITA di bidang pertanian terpadu, koperasi dan pemberdayaan masyarakat.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *