Reses ke Pedalaman Tapsel, Aswin Parinduri Soroti Ribuan Warga Belum Nikmati Listrik Dari PT PLN 

oleh
Foto Bersama: Anggota DPRD Sumut Aswin Parinduri SH MH foto bersama dengan warga Lingkungan V Aek Sabatang, Kelurahan Rianiate, Kecamatan Angkola Sangkunur, Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel), saat melakukan kegiatan Reses ke daerah itu baru-baru ini.(Foto SORA1News.com/Bang Nangin).

Penulis: Bang Nangin, 6 Oktober 2026

Tapanuli Selatan (SORA1News.com)

Ribuan warga di Lingkungan V Aek Sabatang, Kelurahan Rianiate, Kecamatan Angkola Sangkunur, Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel), hingga kini belum menikmati jaringan listrik.

Kondisi tersebut menjadi salah satu aspirasi utama yang disampaikan masyarakat kepada anggota DPRD Sumut dari Fraksi Partai Golkar H Aswin Parinduri SH MH saat melaksanakan Reses I Tahun Sidang III 2026-2027 di wilayah pedalaman tersebut.

Untuk menemui masyarakat, Aswin bersama Ketua DPD Partai Golkar Tapsel yang juga Ketua DPRD Tapsel, H Rahmat Nasution SSos dan rombongan harus menempuh perjalanan dengan kondisi jalan berlumpur, tanjakan terjal, turunan curam hingga menyeberangi sungai.

Perjalanan tersebut sekaligus memperlihatkan masih minimnya akses infrastruktur dan pelayanan dasar yang dirasakan masyarakat di wilayah pedalaman Tapsel.

Setibanya di lokasi, Aswin dan rombongan disambut masyarakat dengan Tari Femeapo, tarian kehormatan masyarakat Ononiha sebagai bentuk penghormatan kepada tamu.

Di hadapan warga, Aswin menegaskan reses bukan sekadar agenda formal anggota legislatif, melainkan kesempatan untuk mendengar langsung persoalan dan kebutuhan masyarakat.

“Kehadiran saya, Sekwan DPRD Sumit dan rombongan untuk mendengar langsung keluhan dan aspirasi masyarakat, serta kebutuhan-kebutuhan masyarakat. Seluruh aspirasi ini nanti dicatat Sekwan dan akan diperjuangkan bersama, terutama yang merupakan kewenangan Pemerintah Sumut,” kata Aswin.

Menurutnya, pertemuan langsung dengan masyarakat harus dimanfaatkan untuk menyampaikan persoalan yang benar-benar mendesak agar dapat diperjuangkan melalui pemerintah sesuai kewenangannya.

Kepala Lingkungan V Aek Sabatang Agus Laia menyampaikan apresiasi atas kedatangan Aswin dan rombongan dan berharap kunjungan tersebut tidak berhenti pada kegiatan seremonial, tetapi mampu membawa perhatian dan pembangunan nyata bagi masyarakat.

“Semoga kehadiran bapak dan rombongan bisa membawa harapan, agar kampung kami diberikan perhatian dan pembangunan oleh pemerintah,” ujarnya.

Tokoh masyarakat Sokhi Nduru menyampaikan sejumlah kebutuhan mendesak warga, di antaranya jaringan listrik, perbaikan akses jalan, rumah ibadah serta fasilitas kesehatan berupa Puskesmas maupun Pustu.

Menanggapi aspirasi tersebut, Aswin menyatakan akan berkoordinasi dengan pihak PLN agar perluasan jaringan listrik dapat menjangkau Lingkungan V Aek Sabatang.

Ketua Fraksi Golkar ini juga berharap kebutuhan listrik tersebut dapat diperjuangkan untuk direalisasikan pada tahun mendatang.

Aswin juga meminta masyarakat mendukung proses pembangunan apabila jaringan listrik nantinya masuk ke wilayah tersebut, termasuk memberikan kemudahan kepada PLN apabila pembangunan tiang dan jaringan membutuhkan akses melalui lahan masyarakat.

“Kalau pembangunan listrik masuk nanti, kita harapkan masyarakat yang memiliki tanah tempat pembangunan tiang listrik bisa bekerja sama dengan PLN dan memberikan kemudahan agar pembangunan berjalan lancar,” katanya.

Sementara terkait jalan dan fasilitas kesehatan, Aswin menjelaskan kewenangan utamanya berada pada Pemerintah Kabupaten Tapsel. Namun, ia memastikan aspirasi tersebut tetap akan dikomunikasikan dengan Pemkab Tapsel maupun DPRD Tapsel agar dapat diperjuangkan dan mendapat perhatian dalam pembangunan 2027.

Selain infrastruktur dasar, Aswin menilai pembangunan masyarakat harus dibarengi dengan penguatan ekonomi. Masyarakat tidak cukup hanya menerima bantuan, tetapi perlu diberikan akses permodalan, pendampingan dan peluang usaha agar mampu meningkatkan pendapatan secara berkelanjutan.

“Pemerintah sudah menyediakan permodalan bagi pelaku UMKM seperti KUR di beberapa bank. Masyarakat bisa menggunakan pinjaman tersebut agar ekonomi dan pendapatan keluarga bisa lebih baik dan kehidupan lebih sejahtera,” ujarnya.

Aswin juga mengajak tokoh agama dan tokoh masyarakat untuk terus menjaga kedamaian dan kerukunan. Prbedaan pendapat merupakan hal yang wajar dan tidak boleh menghilangkan rasa persaudaraan di tengah masyarakat.

“Perbedaan hal yang nyata, tapi perbedaan bukan untuk menjauhkan kita. Berbeda pendapat hal yang wajar, tapi tidak menghilangkan rasa persaudaraan,” katanya.

Di hadapan ratusan warga, Aswin kembali menegaskan komitmennya memperjuangkan aspirasi masyarakat Aek Sabatang serta berkoordinasi dengan berbagai pihak agar kebutuhan listrik, jalan, fasilitas kesehatan dan kebutuhan dasar lainnya dapat diperjuangkan melalui APBD Provinsi Sumut maupun pemerintah daerah sesuai kewenangannya.(*).

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *