Viktor Silaen  Desak BBWS Sumatera II dan BPDAS Bergerak Bersama Atasi Banjir di Sejumlah Kabupaten di Sumut

oleh
Viktor Silaen SE MM

Penulis: Bang Nangin, 29 September 2026

Medan (SORA1News.com)

Mengatasi banjir yang melanda sejumlah kabupaten/kota di Sumut yang akhir-akhir ini kerap terjadi, anggota Komisi D DPRD Sumut, Viktor Silaen SE MM mendesak pemerintah pusat melalui kementerian terkait, BBWS (Balai Besar Wilayah Sungai) Sumatera II, BPDAS serta Pemprov Sumut dan pemerintah kabupaten/kota segera bergerak bersama melakukan penanganan secara terpadu.

Viktor Silaen mengatakan kepada wartawan, Selasa (29/9/2026) melalui telepon dari Samosir, hujan deras yang terjadi pada 26-27 September 2026 mengakibatkan sejumlah daerah di Sumut dilanda banjir, mulai Tapanuli Tengah, Tapanuli Utara, Samosir, Simalungun, Deliserdang hingga Kota Medan. Kondisi tersebut, menurutnya, menunjukkan perlunya langkah penanganan banjir yang tidak bersifat parsial.

“Sebenarnya ada beberapa upaya penanganan yang dapat dilakukan untuk mengatasi banjir di Sumut. Akan tetapi Pemprov Sumut tentunya tidak bisa bekerja sendiri, harus ada upaya bersama dengan pihak-pihak terkait, baik kementerian terkait, BBWS Sumatera II, BPDAS serta Pemprov Sumut dan pemerintah kabupaten/kota.

Sekretaris DPD Partai Golkar Sumut ini mengungkapkan, Komisi D DPRD Sumut sebelumnya telah mengundang BPDAS, BBWS Sumatera II dan sejumlah pihak terkait dalam rapat dengar pendapat pascabanjir besar pada November 2025. Dalam rapat tersebut, BPDAS menyampaikan kondisi tutupan hutan di sejumlah wilayah Sumut sudah berada di bawah standar.

“Contohnya di Tapteng dan Tapsel, tutupan lahannya sudah di bawah standar minimum yang seharusnya. Artinya, kondisi hutan kita memang sudah cukup memprihatinkan dan harus mendapatkan penanganan serius,” kata Viktor yang juga Ketua DPD Kosgoro 1957 Sumut ini.

Karena itu, Viktor mendesak pemerintah melakukan reboisasi di kawasan hutan yang telah mengalami kerusakan atau eksploitasi berlebihan sekaligus lakukan pengawasan dan perlindungan hutan secara ketat untuk mencegah praktik illegal logging.

“Yang namanya penebangan pohon di hutan harus melalui pengawasan yang ketat. Yang legal saja harus diawasi, apalagi yang tidak legal. Tentu harus ada perlindungan serius terhadap hutan-hutan kita,” tegas Viktor.

Anggota dewan Dapil wilayah Tapanuli ini juga meminta pemerintah melakukan normalisasi sungai yang mengalami sedimentasi, karena akibat pendangkalan membuat sejumlah sungai tidak mampu menampung dan mengalirkan debit air dalam jumlah besar.

“Normalisasi sungai harus dilakukan, sungai-sungai kita harus difungsikan sebagaimana mestinya,” ujarnya sembari mengajak Pemprov Sumut hingga Pemkab dan Pemko membenahi sistem drainase di wilayah masing-masing.

Viktor juga menekankan pembangunan drainase harus terkoneksi dan terintegrasi, memperhatikan elevasi serta melalui kajian matang, sehingga air dapat mengalir lancar hingga ke sungai dan tidak kembali menggenangi permukiman. (*).

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *