Penulis: Bang Nangin, 22 September 2026
Medan (SORA1News.com)
Wakil Ketua DPRD Sumut Dr Sutarto MSi menyatakan prihatin atas berulangnya terjadi kasus dugaan keracunan Makanan Bergizi Gratis (MBG) di Sumut, sehingga pihaknya meminta pengawasan program MBG diperketat, terutama dengan memperkuat pengawasan dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).
“Sumut termasuk daerah yang banyak mengalami keracunan akibat MBG. Saya meminta agar peran pengawasan dari BPOM diperketat,” kata Sutarto kepada wartawan, Selasa (22/9/2026) melalui telepon dari Medan.
Sorotan itu mencuat setelah terungkap 38 murid dari empat SD Negeri di Kecamatan Galang, Kabupaten Deli Serdang, dilarikan ke Puskesmas Galang akibat sakit perut dan muntah-muntah diduga usai mengonsumsi paket MBG, Jumat (18/9/2026).
Kasus serupa sebelumnya terjadi di Kabupaten Asahan. Sebanyak 22 hingga 30 siswa MTs Negeri 2 Kisaran dilarikan ke rumah sakit karena diduga keracunan makanan MBG pada, Senin (14/9/2026).
“Sementara di Kabupaten Karo, sebanyak 353 siswa SMAN 1 Berastagi dan SMA/SMK Bersama mengalami kejadian serupa pada 13 Agustus 2026,” ujar Sekretaris DPD PDI Perjuangan Sumut itu sembari meminta Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) dilibatkan dalam pengawasan MBG, mulai dari bahan baku hingga makanan disajikan kepada siswa.
Menurutnya, Perpres Nomor 115 Tahun 2025 tentang Tata Kelola Penyelenggaraan Program MBG telah memperkuat peran BPOM dalam pengawasan keamanan bahan baku, edukasi, pengelolaan, distribusi, penyajian hingga mitigasi masalah.
Atas dasar itu, Sutarto mendorong Pemprov Sumut meningkatkan sinergitas dengan BPOM RI Medan, termasuk investigasi setiap insiden, transparansi hasil uji laboratorium, penelusuran rantai pasok serta tindakan koreksi dan penindakan pascatemuan.
“Persoalan keracunan MBG akan terus berulang bila tidak ada penguatan SOP dan pengawasan yang ketat, terutama soal rantai pasok, penyimpanan, distribusi makanan dan penyajian yang higienis,” pungkas anggota dewan Dapil Deliserdang ini.(*).

