Bishop GKPI Sesalkan Pembubaran Ibadah di Tanggerang, Serukan Jemaat Tetap Tenang dan Tak Terprovokasi 

oleh
Pdt Dr Humala Lumbantobing

Penulis: Firdaus Pinem, 22 September 2026

Pematangsiantar (SORA1News.com) 

Pimpinan Sinode Gereja Kristen Protestan Indonesia (GKPI) menyesalkan pembubaran kebaktian Minggu dan penutupan tempat ibadah Pos Kebaktian (Poskeb) GKPI Mauk Sepatan, Resort Tangerang-Banten, Wilayah XI (Jawa-Bali), yang terjadi pada Minggu (20/9/2026) yang dilakukan oleh sekelompok warga sekitar.

Bishop GKPI Pdt Dr Humala Lumbantobing dalam surat pastoralnya, Senin (21/9/2026), mengatakan kejadian itu menyebabkan warga jemaat ketakutan dan trauma, khususnya anak-anak. Pimpinan Sinode GKPI melalui pesan pastoral Nomor 1418/A.1/IX/2026 yang dikeluarkan di Pematangsiantar, 21 September 2026, menyampaikan sikap terkait pembubaran ibadah dan penutupan Poskeb GKPI Mauk Sepatan.

“Kami sangat menyesalkan terjadinya pembubaran tersebut yang menunjukkan tidak ada rasa toleransi dan persaudaraan, malah dilakukan dengan cara-cara kekerasan,” demikian isi pesan pastoral tersebut.

Pimpinan Sinode GKPI mengimbau seluruh warga jemaat agar tetap tenang dan tidak terprovokasi dalam bentuk apa pun. Jemaat juga diminta menghindari perkataan, tindakan maupun unggahan di media sosial yang dapat memperkeruh keadaan atau menimbulkan pertentangan lebih besar.

Jemaat juga diingatkan untuk tidak membalas perlakuan yang tidak baik dengan cara yang sama. Pimpinan Sinode GKPI mengutip Roma 12:21, “Janganlah kamu kalah terhadap kejahatan, tetapi kalahkanlah kejahatan dengan kebaikan,” ucap Bishop.

Jemaat Diminta Tabah

Khusus kepada warga jemaat Poskeb GKPI Mauk Sepatan, Pimpinan Sinode GKPI mengajak agar tetap tabah dan teguh dalam iman kepada Tuhan sebagai Sang Pemilik Gereja. Jemaat juga diminta tabah menghadapi setiap tekanan dan tantangan yang ada serta meyakini bahwa Tuhan tidak pernah meninggalkan umat-Nya.

Pimpinan Sinode GKPI juga mengajak seluruh warga jemaat untuk mendoakan jemaat Poskeb GKPI Mauk Sepatan agar dikuatkan Tuhan dan dapat beribadah dengan baik, tenang dan damai pada waktu serta kesempatan berikutnya.

Selain itu, warga GKPI diajak menunjukkan kepedulian melalui doa dan dukungan agar jemaat Poskeb GKPI Mauk Sepatan dapat memperoleh tempat ibadah yang lebih layak.

“Mari kita bergandengan tangan untuk peduli dan membantu warga jemaat kita Poskeb GKPI Mauk Sepatan ini,” ujarnya sembari mengajak seluruh warga jemaat untuk mendoakan pemerintah, aparat kepolisian serta pihak-pihak lain yang telah memediasi permasalahan tersebut. GKPI menyampaikan terima kasih kepada pihak-pihak yang telah membantu proses mediasi.

Pimpinan Sinode juga berharap pemerintah dan aparat dapat terus mengayomi serta mendukung peribadahan dan keberadaan Poskeb GKPI Mauk Sepatan.

“Kiranya ke depan tidak ada lagi tindakan intimidasi, intoleransi maupun tindakan lain yang dapat merusak kerukunan dan kedamaian di tengah-tengah bangsa dan negara kita,” harapnya.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *